List Buku Wajib Tentang Mengelola dan Merawat Rumah

Pernahkah mengalami situasi yang kurang menyenangkan saat rumah dalam keadaan “zona tempur” tiba-tiba ada yang berkunjung. Sedangkan saat rumah rapi belum tentu kedatangan tamu. Heheh. Sepertinya hampir semua rumah mengalami permasalahan yang sama tentang merawat rumah. Dan tak perlu menghakimi rumah yang sedang “berantahkan” adalah memang begitu seterusnya. Tentu saja tidak. Bisa dibedakan mana yang kadangkala terlihat “messy” mana yang memang perlu declutering, atau mana yang perlu di tolong. (Di bantu untuk paham, seni memangkas barang-barang)

Masing-masing Ibu yang normal tentu mengalami hal ini, apalagi dalam fase masih memiliki anak kecil. Jangan patah hati saat rumah terasa sulit rapi dan bersih. Bahkan mungkin standar kerapian dan kebersihan seseorang berbeda. Pointnya adalah sesam ibu jangan saling menghakimi. Mari kita belajar menuju standar rapi dan bersih dari berbagai macam buku dan teori, lalu praktekkan bertahap semampunya kita. Kita tak perlu menambahkan tingkat stres diri sendiri.

Sebenarnya, ngomongin tentang merawat rumah bukan hal yang baru ya, sudah banyak sekali pembahasan tentang ini. Seharusnya bahkan kita obrolin terus menerus terutama dengan anggota keluarga. Karena rumah yang rapi, bersih, menyenangkan, romantis, penuh kehangatan bagi saya adalah keharusan. Karena setelah mengunjungi beberapa negara di belahan bumi lain, hal yang paling menyenangkan di lihat adalah rumah dan budaya.

Ada beberapa buku yang bisa di baca, namun yang terkenal di Indonesia diantaranya Marie Kondo. Selain membaca buku Marie Kondo ada juga buku Hideko Yamashita -Danshari (buku pegangan yang sudah lama saya miliki. Aku coba list buku tentang seni merawat dan mengelola rumah, diantaranya yang sudah berbahasa Indonesia adalah:

  1. Danshari – Hideko Yamashita
  2. The Life-Changing Magic Tidying Up – Marie Kondo
  3. Goodbye, Things – Fumio Sasaki
  4. The Lazy Genius Way – Kendra Adachi
  5. Al Adab – Al Mufrod – Imam Bukhari (menjaga nilai dan budaya spiritulitas rumah agar saling merawat rumah dan keadaan di dalamnya)

Masih banyak buku-buku yang perlu di bedah namun masih berbahasa asing. Mengapa perlu membaca buku, agar apa yang kita lakukan untuk rumah bisa di lanjutkan nilai-nilainya untuk anak-anak, dan melakukan dengan sukarela berdasarkan fondasi pemahaman yang kuat.

Saya bukan tipe yang minimalist, dimana rumah terasa datar. Rumah yang saya suka adalah yang ada sentuhan rasa dan kehangatan serta ada area bernafas didalamnya.

Di awal september ini setelah melakukan hampir sebulan berada di negri orang dengan 6 negara yang dikunjungi. Hal yang paling ingin saya urus pertama kali sekembalinya travelling adalah menata rumah yang hampir menuju zona tempur, lalu kembali menulis. Karena merawat rumah adalah bagian dari merawat pikiran dan menghargai kehidupan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *