Alhamdulillaah, saat ini bisa kembali menulis setelah sempat hibernasi dari banyaknya aktivitas termasuk menulis di blog. Artinya saat ini sudah idul Fitri. Perayaan tentang menyelesaikan makna ‘niat’.
Karena ketika Ramadhan hadir, aku berusaha meniatkan diri untuk meminimalisir akses gadget. Berusaha ibadah jalur fitrah wanita, salah satunya kesibukan berada di dapur menyajikan makanan yang membuat suami dan anak-anak semangat makan. Mengurangi akses gadget memaksa otak ini untuk berpikir dan hadir.
Di akhir Ramadhan menuju syawal, kesibukan pun berganti menyiapkan hampers buat kerabat. Hampers-hampers yang sebagian aku buat dengan tangan sendiri. Me-recall keterampilan tangan yang pernah beberapa tahun lalu menjadi usaha untuk kembali diseriuskan menjadi usaha rumahan. Kok gencar banget bikin usaha? Karena ini ikhtiar menjadi salah satu sumber dana untuk komunitas perempuan. Insya Allah.
Nah kali ini aku mau cerita, ide liburan saat tak mudik. Banyak balasan mengapa tak mudik. Karena untuk mudik seberang pulau butuh effort yang serius. Lagipula terkadang kalau mudik kerumah orangtua butuh energi yang besar. Sesampai disana aku dan ortu serta kakak kadang sudah tak sempat banyak deep talk. Apalagi jalan bareng. Karena momentnya adalah kita sibuk menemui tamu.
Maka, ppilihan lain mudik vibes kerumah nenek adalah ke villa klasik. Bener-bener kayak rumah jaman dahulu. Villa ini di daerah Magelang. Jadi kita pilih untuk bisa melatihkan anak anak pada sesuatu yang authentic, mendengar jiwa, ngobrol, dan syukur.
Di ttengah gempuran gaya hidup yang hedoni, aku dan suami berusahan menitipkan warisan kesederhanaan hidup pada jiwa anak anak. Bahwa martabat dibangun dari kekuatan jiwa, keyakinan akan Iman, keteguhan akan prinsip.
Photo Villa 😆, klasik ga tuh.


